Jakarta, 31 Agustus 2026 – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menanam 417 bibit tanaman pangan pendamping beras di wilayah Kecamatan Ciracas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan perkotaan agar lebih produktif.
Program penanaman tanaman pangan pendamping beras dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri. Gerakan serupa juga dikembangkan di berbagai wilayah Jakarta dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk lahan milik pemerintah maupun ruang yang dikelola masyarakat.
Dorong Pemanfaatan Lahan Perkotaan
Kecamatan Ciracas menjadi salah satu wilayah Jakarta Timur yang ikut menjalankan gerakan penanaman tersebut. Pemanfaatan lahan terbatas menjadi perhatian karena Jakarta memiliki keterbatasan ruang untuk kegiatan pertanian konvensional.
Konsep urban farming kemudian menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengoptimalkan lahan. Tanaman dapat dibudidayakan menggunakan berbagai metode, termasuk penanaman langsung, penggunaan pot, hingga teknik vertikal yang menyesuaikan kondisi lingkungan perkotaan.
Gerakan tanaman pangan pendamping beras juga telah dikembangkan secara lebih luas di Jakarta. Sebelumnya, Jakarta Timur mencatat Ciracas memiliki sejumlah lokasi yang digunakan untuk kegiatan penanaman dengan ribuan benih berbagai komoditas.
Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Penanaman bibit diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Tanaman yang telah ditanam perlu dirawat secara berkelanjutan sehingga nantinya dapat menghasilkan bahan pangan yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga dan komunitas. Gerakan tanam pangan pendamping beras juga dilaksanakan secara serentak di ratusan lokasi di Jakarta pada Senin (31/8/2026).
Pemerintah sebelumnya juga mendorong pemanfaatan lahan milik pemerintah yang belum digunakan untuk kegiatan budidaya. Langkah tersebut ditujukan agar ruang yang tersedia dapat memberikan manfaat bagi ketahanan pangan sekaligus mendukung aktivitas pertanian perkotaan.
Urban Farming Jadi Gerakan Berkelanjutan
Pengembangan urban farming diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menghasilkan pangan dari lingkungan sendiri. Selain memberikan manfaat dari sisi ketersediaan pangan, kegiatan menanam juga dapat memperkuat kepedulian warga terhadap lingkungan.
DKI Jakarta juga telah memberikan edukasi mengenai teknik budidaya tanaman pangan pendamping beras melalui kegiatan Akademi Urban Farming. Materinya mencakup metode tanam vertikal, irigasi tetes, serta penggunaan media pot yang dapat diterapkan pada lahan terbatas.
Dengan penanaman 417 bibit di Ciracas, Pemkot Jakarta Timur berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak warga. Keberlanjutan perawatan tanaman menjadi faktor penting agar program tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan masyarakat.





