Ambon, 27 September 2026 – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 40 Ambon, Maluku, berupaya menemukan dan mengembangkan potensi setiap siswa melalui pembinaan akademik maupun nonakademik. Kepala SRMA 40 Ambon Afia Fransina Joris mengatakan sekolah melakukan pemetaan bakat dan minat untuk mengetahui kemampuan yang paling menonjol dari masing-masing peserta didik. Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar untuk menentukan arah pembinaan yang lebih sesuai. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk berkembang dan meraih prestasi.
Pemetaan dilakukan terhadap berbagai bidang kemampuan, mulai dari matematika dan ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial hingga bahasa. Sekolah juga menyediakan kegiatan pengembangan di bidang olahraga dan seni sehingga kemampuan siswa tidak hanya diukur berdasarkan pencapaian akademik. Guru mendampingi peserta didik untuk mengenali kekuatan mereka sekaligus memperbaiki aspek yang masih perlu dikembangkan. Pembinaan yang lebih terarah membuat siswa dapat memusatkan perhatian pada bidang yang sesuai dengan kemampuan dan ketertarikannya.
Pendekatan tersebut mulai menghasilkan sejumlah capaian dalam berbagai kompetisi. Salah seorang siswa SRMA 40 Ambon telah mengikuti kejuaraan karate tingkat nasional untuk kelompok usia meskipun belum berhasil meraih gelar juara. Keikutsertaan pada tingkat nasional tetap dinilai sebagai pengalaman penting untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri. Sekolah menjadikan pengalaman kompetisi sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus pembentukan mental siswa.
Prestasi juga ditorehkan siswa dalam bidang akademik dan sains. Peserta didik SRMA 40 Ambon pernah menjadi finalis Olimpiade Sains tingkat Provinsi Maluku yang diselenggarakan Universitas Pattimura. Dalam kompetisi sains lainnya, siswa mengembangkan produk sabun berbahan ekstrak biji pala yang mengangkat salah satu komoditas khas Maluku. Produk tersebut berhasil memperoleh juara ketiga, sedangkan sejumlah siswa lainnya meraih medali perunggu dan perak dalam olimpiade tingkat nasional yang diselenggarakan sejumlah perguruan tinggi.
Sekolah memandang prestasi bukan semata-mata sebagai pencapaian berupa medali atau gelar juara. Pengalaman mengikuti kompetisi juga digunakan untuk membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, kerja keras dan tanggung jawab. Siswa belajar menghadapi persaingan sekaligus melakukan evaluasi terhadap kemampuan mereka setelah mengikuti kegiatan. Proses tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter yang berjalan berdampingan dengan peningkatan kemampuan akademik dan keterampilan.
Kegiatan ekstrakurikuler turut menjadi ruang penting dalam proses menemukan potensi peserta didik. Menjelang sore, siswa mengikuti berbagai aktivitas pengembangan seperti olahraga, seni dan kegiatan akademik dengan pendampingan guru. Sekolah berusaha memastikan setiap siswa memiliki kesempatan mencoba bidang yang sesuai dengan minatnya sebelum diarahkan pada pembinaan yang lebih spesifik. Dengan pola tersebut, lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat mengikuti pembelajaran di kelas, tetapi juga ruang untuk mengenali kemampuan diri.
Pemetaan bakat dan minat akan terus digunakan SRMA 40 Ambon sebagai dasar pengembangan siswa. Sekolah berharap pembinaan yang disesuaikan dengan kemampuan individu dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi peserta didik untuk tampil dalam kompetisi tingkat kota, provinsi hingga nasional. Prestasi yang telah diperoleh menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperluas pengalaman siswa. Melalui pendidikan, pendampingan dan pengembangan karakter, Sekolah Rakyat Ambon berupaya memberi ruang kepada setiap peserta didik untuk menemukan potensi dan membangun masa depan mereka.





