Jakarta, 23 September 2026 – Wakil Menteri Ketenagakerjaan mendorong generasi muda Indonesia untuk lebih aktif memanfaatkan peluang kerja di luar negeri sebagai salah satu pilihan pengembangan karier. Pasar tenaga kerja internasional dinilai menyediakan beragam kesempatan bagi pekerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Kesempatan tersebut tidak hanya terbuka pada sektor pekerjaan konvensional, tetapi juga bidang profesional yang membutuhkan kemampuan teknis dan keterampilan khusus. Anak muda diharapkan mempersiapkan diri sejak awal agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain. Penguasaan keterampilan, bahasa asing, serta pemahaman budaya kerja menjadi modal penting sebelum memasuki pasar global.
Pemerintah melihat penempatan pekerja Indonesia di luar negeri dapat menjadi bagian dari strategi memperluas kesempatan kerja. Pertumbuhan jumlah angkatan kerja setiap tahun membutuhkan pembukaan akses pekerjaan yang semakin beragam, baik di dalam maupun luar negeri. Sejumlah negara memiliki kebutuhan tenaga kerja yang dapat menjadi peluang bagi masyarakat Indonesia selama kompetensi yang dipersyaratkan dapat dipenuhi. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan melalui pendidikan, pelatihan vokasi, dan sertifikasi keahlian. Langkah tersebut diharapkan membuat pekerja Indonesia tidak hanya mengisi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga mampu mendapatkan posisi dengan tingkat keterampilan dan perlindungan yang lebih baik.
Generasi muda juga diminta tidak memandang bekerja di luar negeri hanya sebagai pekerjaan sementara. Pengalaman internasional dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh keterampilan baru, memahami teknologi, serta membangun jaringan profesional yang lebih luas. Pengetahuan yang diperoleh selama bekerja dapat menjadi modal ketika pekerja kembali ke Indonesia dan melanjutkan karier atau membangun usaha. Pengalaman bekerja dalam lingkungan multikultural juga dapat meningkatkan kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi. Dengan persiapan yang tepat, mobilitas tenaga kerja internasional dapat memberikan manfaat jangka panjang terhadap pengembangan kompetensi individu.
Meski peluangnya terbuka, calon pekerja perlu memastikan proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai ketentuan. Informasi mengenai perusahaan, kontrak kerja, besaran upah, perlindungan sosial, tempat tinggal, serta hak dan kewajiban harus dipahami sebelum menerima tawaran pekerjaan. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko penipuan lowongan, penempatan ilegal, maupun persoalan ketenagakerjaan setelah tiba di negara tujuan. Calon pekerja juga perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan keberangkatan cepat tanpa prosedur yang jelas. Pemerintah terus mendorong masyarakat menggunakan saluran resmi agar perlindungan terhadap pekerja dapat dilakukan secara lebih efektif.
Kemampuan bahasa asing menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pekerja ketika memasuki lingkungan kerja internasional. Selain bahasa, kompetensi teknis sesuai bidang pekerjaan harus dibuktikan melalui kemampuan nyata maupun sertifikasi yang diakui. Beberapa sektor juga membutuhkan pemahaman mengenai standar keselamatan, penggunaan teknologi, serta prosedur kerja yang berbeda dengan Indonesia. Anak muda karena itu perlu melihat pelatihan sebagai investasi sebelum memutuskan bekerja di negara lain. Semakin baik kompetensi yang dimiliki, semakin luas pula pilihan pekerjaan yang dapat diakses.
Pemerintah juga perlu memperkuat hubungan dengan negara tujuan dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja agar kesempatan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Kerja sama tersebut mencakup pemetaan kebutuhan pekerja, penyelarasan standar kompetensi, hingga penguatan perlindungan selama masa penempatan. Informasi mengenai lowongan internasional juga harus disampaikan secara transparan sehingga pencari kerja dapat membandingkan berbagai peluang secara rasional. Pada saat yang sama, lembaga pendidikan dan pelatihan dapat menyesuaikan programnya dengan kebutuhan pasar tenaga kerja global. Sinergi tersebut diharapkan meningkatkan daya saing pekerja Indonesia sekaligus mengurangi kesenjangan antara keterampilan dan kebutuhan industri.
Dorongan kepada generasi muda untuk bekerja di luar negeri pada akhirnya tidak sekadar bertujuan meningkatkan jumlah penempatan tenaga kerja Indonesia. Pemerintah ingin kesempatan tersebut menjadi jalur peningkatan keterampilan, pengalaman, dan kesejahteraan pekerja dalam jangka panjang. Anak muda tetap perlu mempertimbangkan kesiapan pribadi, kompetensi, keamanan, serta kejelasan kontrak sebelum mengambil keputusan. Proses melalui jalur resmi menjadi unsur penting agar hak pekerja memperoleh perlindungan sejak keberangkatan hingga kembali ke Indonesia. Dengan keterampilan yang sesuai dan informasi yang memadai, peluang kerja internasional dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan karier bagi generasi muda Indonesia.





