Bantul, 4 Oktober 2026 – Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memantau langsung pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026 di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), Minggu. Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses pencoblosan berjalan aman, tertib, dan lancar. Sejumlah lokasi yang dikunjungi antara lain Kalurahan Wukirsari, Sriharjo, Parangtritis, dan Patalan. Hasil pemantauan sementara menunjukkan pelaksanaan pemilihan berlangsung kondusif.
Saat mengunjungi TPS di Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Halim melihat langsung proses pemungutan suara dan berkomunikasi dengan petugas. Ia menilai antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilih cukup baik. Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Lurah di Bantul biasanya berada pada kisaran 80 hingga 85 persen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan tingginya perhatian warga terhadap pemerintahan di tingkat kalurahan.
Pemilihan Lurah Serentak Bantul 2026 dilaksanakan di 30 kalurahan dengan 87 calon lurah yang mengikuti kontestasi. Sebanyak 24 calon merupakan lurah petahana yang kembali mencalonkan diri. Pemerintah Kabupaten Bantul sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan, termasuk mitigasi potensi konflik dan penyusunan agenda pemantauan pemungutan suara. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung seluruh tahapan pemilihan agar berlangsung tertib dan kondusif.
Halim mengingatkan seluruh calon dan pendukung agar tetap menjaga keharmonisan setelah proses pemungutan suara selesai. Perbedaan pilihan dinilai sebagai bagian yang wajar dalam demokrasi sehingga tidak seharusnya menimbulkan konflik berkepanjangan. Kandidat yang terpilih nantinya diminta memberikan pelayanan secara adil kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik. Rekonsiliasi setelah pemilihan juga dinilai penting untuk menjaga persatuan di masing-masing kalurahan.
Ia juga meminta para kandidat maupun tim pendukung tidak saling menjatuhkan atau menjelekkan pihak lain. Seluruh calon dipandang memiliki tujuan untuk memajukan wilayah masing-masing dan telah berani mengikuti proses demokrasi di tingkat lokal. Setelah hasil pemilihan ditetapkan, pihak yang menang maupun kalah diharapkan dapat menerima hasil dengan sikap terbuka. Halim menekankan pentingnya kedewasaan politik dan sikap berlapang dada dalam menjalani proses demokrasi.
Pemantauan juga dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bantul serta unsur terkait di berbagai wilayah. Agenda resmi Pemkab mencatat monitoring berlangsung di sejumlah kapanewon dan kalurahan sejak pagi hingga proses penghitungan suara. Sebelum hari pemungutan, aparat bersama panitia juga telah memeriksa kesiapan TPS, termasuk sarana, prasarana, dan koordinasi pengamanan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kendala selama pelaksanaan pemilihan.
Pemilihan Lurah Serentak 2026 diharapkan menghasilkan pemimpin kalurahan yang mampu menjalankan pemerintahan sekaligus mendorong pembangunan di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah menempatkan keamanan, ketertiban, serta partisipasi masyarakat sebagai unsur penting dalam penyelenggaraan Pilur. Kondisi yang tetap kondusif hingga seluruh tahapan selesai diperlukan agar hasil pemilihan dapat diterima masyarakat. Setelah pemungutan dan penghitungan suara, perhatian berikutnya diarahkan pada proses rekonsiliasi serta keberlanjutan pelayanan pemerintahan kalurahan.





