Garut, 4 September 2026 – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan kegiatan pembersihan Danau Bagendit di Kabupaten Garut, Jawa Barat, akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengembalikan fungsi kawasan tersebut. Kegiatan melibatkan personel TNI Angkatan Darat bersama pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai unsur terkait untuk membersihkan sampah dan tanaman air yang mengganggu kondisi danau. Menurut Maruli, pekerjaan membersihkan kawasan perairan tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu kegiatan karena persoalan lingkungan membutuhkan penanganan berkelanjutan. Setelah pembersihan dilakukan, pemeliharaan juga harus berjalan agar sampah maupun tanaman pengganggu tidak kembali menumpuk dalam jumlah besar. Danau Bagendit memiliki nilai penting bagi masyarakat sekitar, baik sebagai kawasan wisata, sumber penghidupan, maupun bagian dari ekosistem setempat. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar hasil penataan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Maruli meninjau langsung kegiatan pembersihan Danau Bagendit dan melihat proses yang dilakukan personel di lapangan. Aksi tersebut merupakan bagian dari kegiatan TNI AD yang diarahkan untuk membantu pemerintah daerah menangani persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Personel melakukan pembersihan pada sejumlah bagian danau yang dipenuhi material pengganggu dengan menggunakan peralatan yang tersedia. Pekerjaan dilakukan secara bertahap karena luas kawasan membuat proses penanganan membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar. Maruli menilai hasil yang telah terlihat perlu dilanjutkan sehingga perubahan kondisi danau tidak bersifat sementara. Ia ingin kegiatan tersebut berkembang menjadi upaya rutin yang dapat menjaga kawasan tetap bersih setelah penanganan awal selesai dilakukan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pertumbuhan tanaman air yang dapat menutupi permukaan dan mengganggu fungsi danau apabila tidak dikendalikan. Penumpukan tanaman tersebut dapat menghambat aktivitas masyarakat, mengurangi kualitas visual kawasan wisata, serta memengaruhi kondisi ekosistem perairan. Selain tanaman air, sampah yang masuk ke danau juga membutuhkan penanganan karena dapat terus bertambah apabila tidak disertai pencegahan dari sumbernya. Pembersihan secara manual maupun menggunakan peralatan menjadi langkah awal untuk mengurangi material yang telah menumpuk. Namun Maruli menekankan pekerjaan tidak berhenti setelah kawasan terlihat lebih bersih. Pengawasan dan pemeliharaan harus dilakukan agar persoalan yang sama tidak kembali muncul beberapa waktu kemudian.
Keterlibatan TNI AD dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas membantu masyarakat melalui berbagai program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan lingkungan. Maruli selama ini mendorong jajaran TNI AD untuk terlibat dalam penanganan persoalan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari penyediaan air bersih hingga kegiatan lingkungan. Dalam konteks Danau Bagendit, personel dapat membantu menyediakan tenaga sekaligus mempercepat pekerjaan yang membutuhkan pengerahan sumber daya dalam jumlah besar. Namun keberlanjutan program tetap membutuhkan kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. TNI tidak dapat bekerja sendiri karena kondisi danau dipengaruhi aktivitas masyarakat di kawasan sekitarnya. Kolaborasi menjadi kunci agar penanganan tidak hanya berorientasi pada pembersihan, tetapi juga pencegahan.
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyiapkan sistem pengelolaan kawasan setelah kegiatan pembersihan berlangsung. Penataan sampah, pengawasan lingkungan, pengendalian tanaman air, serta pengaturan aktivitas di sekitar danau perlu dilakukan secara terintegrasi. Apabila sampah dari daratan terus masuk ke perairan, kegiatan pembersihan berpotensi harus dilakukan berulang kali tanpa menyelesaikan akar persoalan. Karena itu, fasilitas pengelolaan sampah dan kesadaran masyarakat perlu diperkuat bersamaan dengan pengerahan personel di lapangan. Pemerintah juga dapat melakukan pemantauan berkala untuk mengetahui bagian danau yang membutuhkan penanganan lebih cepat. Pendekatan tersebut dapat mengurangi kemungkinan kondisi kawasan kembali memburuk setelah proses pembersihan besar selesai.
Danau Bagendit merupakan salah satu destinasi wisata yang dikenal luas di Kabupaten Garut dan memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Kawasan tersebut menjadi tempat bagi berbagai usaha yang bergantung pada kedatangan wisatawan, mulai dari pedagang hingga penyedia jasa di sekitar objek wisata. Kondisi danau yang bersih dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus membantu menjaga daya tarik kawasan. Sebaliknya, sampah dan tanaman air yang tidak terkendali berpotensi mengurangi kualitas lingkungan serta pengalaman wisatawan. Pemeliharaan kawasan karena itu juga memiliki dimensi ekonomi selain kepentingan ekologis. Lingkungan yang terawat dapat membantu masyarakat mempertahankan aktivitas usaha yang berkembang di sekitar Danau Bagendit.
Maruli juga mendorong masyarakat mengambil bagian dalam menjaga hasil pembersihan yang telah dilakukan. Partisipasi warga dibutuhkan terutama untuk mencegah pembuangan sampah ke saluran air maupun langsung ke kawasan danau. Kebiasaan sederhana dalam pengelolaan sampah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten oleh masyarakat di sekitar daerah aliran air. Edukasi mengenai kebersihan lingkungan juga perlu melibatkan kelompok masyarakat, sekolah, komunitas, dan pelaku usaha di kawasan wisata. Dengan keterlibatan tersebut, tanggung jawab menjaga Danau Bagendit tidak hanya berada pada petugas maupun pemerintah. Masyarakat menjadi bagian utama karena mereka berinteraksi langsung dengan kawasan tersebut setiap hari.
Aksi bersih-bersih juga dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi lingkungan Danau Bagendit secara lebih menyeluruh. Selain sampah dan tanaman air, kondisi kualitas air, sedimentasi, saluran masuk, serta tata ruang kawasan sekitar dapat menjadi bagian yang diperhatikan dalam pengelolaan jangka panjang. Persoalan lingkungan perairan biasanya saling berkaitan sehingga penanganan satu aspek saja belum tentu menghasilkan perubahan permanen. Apabila sedimentasi meningkat, misalnya, kapasitas tampungan danau dapat berkurang dan memengaruhi kondisi ekologisnya. Begitu pula apabila aliran air membawa sampah secara terus-menerus, pembersihan pada permukaan hanya akan memberikan hasil sementara. Karena itu, pemeliharaan rutin perlu didukung evaluasi terhadap faktor yang menjadi sumber persoalan.
Kegiatan di Danau Bagendit sekaligus menunjukkan pendekatan gotong royong dalam penanganan lingkungan. Pengerahan personel TNI dapat mempercepat proses pembersihan, sedangkan pemerintah daerah memiliki kewenangan mengatur pengelolaan kawasan dan masyarakat berperan menjaga lingkungan sehari-hari. Kolaborasi tersebut memungkinkan pekerjaan dilakukan dengan sumber daya yang lebih besar dibandingkan apabila hanya mengandalkan satu pihak. Maruli berharap pola kerja bersama dapat terus dipertahankan bahkan setelah kegiatan utama selesai. Keberhasilan program nantinya tidak hanya diukur dari jumlah sampah atau tanaman air yang berhasil diangkat, tetapi juga dari kemampuan menjaga kondisi danau agar tetap bersih. Konsistensi menjadi faktor penting agar tenaga dan sumber daya yang telah dikeluarkan memberikan manfaat dalam waktu panjang.
KSAD memastikan aksi bersih-bersih Danau Bagendit tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat dan akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan di lapangan. Pemeliharaan menjadi tahapan berikutnya agar kawasan yang telah dibersihkan tidak kembali menghadapi penumpukan sampah maupun tanaman air. TNI AD akan terus mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya untuk menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut. Danau Bagendit tidak hanya memiliki fungsi lingkungan, tetapi juga menjadi bagian penting dari sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat Garut. Karena itu, kebersihan dan kelestariannya membutuhkan perhatian secara terus-menerus. Melalui kolaborasi dan keterlibatan masyarakat, upaya yang telah dimulai diharapkan mampu menghasilkan kondisi Danau Bagendit yang lebih bersih, terawat, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga sekitar.





