Jakarta, 16 September 2026 – Pemerintah Prefektur Yamanashi, Jepang, menyiapkan aturan baru bagi pendaki Gunung Fuji yang nekat melakukan pendakian ketika musim resmi telah ditutup. Salah satu kebijakan utama adalah mengenakan biaya kepada pendaki yang membutuhkan penyelamatan menggunakan helikopter penanggulangan bencana milik pemerintah prefektur. Kebijakan tersebut ditujukan terutama untuk menekan pendakian berisiko yang dilakukan tanpa perencanaan dan perlengkapan memadai. Pemerintah Yamanashi menargetkan sistem baru mulai diterapkan pada periode penutupan Gunung Fuji pada September 2027. Besaran biaya penyelamatan belum ditetapkan secara final. Selain pungutan penyelamatan, pemerintah juga akan memperketat kewajiban penyampaian rencana pendakian.
Gunung Fuji saat ini telah menutup jalur pendakian setelah musim resmi 2026 berakhir. Jalur Yoshida di sisi Yamanashi ditutup setelah 10 September, sementara jalur menuju puncak dari wilayah lain juga tidak lagi dibuka untuk pendakian reguler. Kondisi Gunung Fuji di luar musim pendakian jauh lebih berbahaya karena cuaca dapat berubah dengan cepat. Angin kencang, suhu rendah, salju, dan permukaan yang licin meningkatkan risiko kecelakaan. Pondok gunung dan berbagai fasilitas pendukung juga tidak beroperasi seperti pada musim resmi. Pemerintah setempat selama ini telah meminta masyarakat tidak melakukan pendakian secara sembarangan ketika jalur ditutup.
Dalam aturan yang sedang dipersiapkan, orang yang ingin mendaki hingga pos keenam atau lebih tinggi pada periode penutupan akan diwajibkan menyerahkan rencana pendakian terlebih dahulu. Dokumen tersebut akan memuat rute, perlengkapan, rencana perjalanan, serta langkah keselamatan yang telah disiapkan. Pemerintah dapat memberikan rekomendasi perubahan apabila rencana dianggap tidak memadai. Mekanisme tersebut berbeda dari sistem sebelumnya yang lebih banyak digunakan untuk membantu pencarian ketika pendaki mengalami kecelakaan. Melalui aturan baru, pemeriksaan dilakukan sebelum pendaki memasuki kawasan berisiko. Pendaki juga tetap harus mematuhi penutupan jalan atau jalur yang secara resmi dilarang dilalui.
Biaya penyelamatan helikopter pada prinsipnya akan dikenakan kepada pendaki yang membutuhkan pertolongan pada periode penutupan. Namun, pemerintah menyiapkan kemungkinan pengurangan atau pembebasan biaya bagi pendaki yang telah menyerahkan rencana dan menerapkan langkah keselamatan secara memadai. Penilaian dapat mempertimbangkan perlengkapan, rute, asuransi, serta kepatuhan terhadap rencana yang sebelumnya disampaikan. Pendaki yang mengabaikan rekomendasi keselamatan atau menyimpang secara signifikan dari rencana berpotensi tetap dikenai biaya. Pemerintah ingin membedakan antara kecelakaan yang terjadi meskipun persiapan telah dilakukan dan tindakan pendakian yang dinilai tidak bertanggung jawab. Penilaian kasus tertentu juga dapat melibatkan pertimbangan ahli.
Pemerintah Yamanashi belum menentukan tarif resmi untuk setiap operasi penyelamatan. Salah satu referensi yang dipertimbangkan adalah sistem di Prefektur Saitama yang mengenakan sekitar 8.000 yen untuk setiap lima menit operasi helikopter di kawasan pegunungan tertentu. Namun, angka tersebut belum berarti akan otomatis diterapkan di Gunung Fuji. Pemerintah masih harus menyusun regulasi dan mekanisme penghitungan biaya sebelum kebijakan diberlakukan. Operasi helikopter membutuhkan biaya besar dan memiliki risiko tinggi bagi awak penyelamat. Karakter angin Gunung Fuji membuat penerbangan di kawasan tersebut juga dapat menjadi sangat berbahaya.
Gubernur Yamanashi Kotaro Nagasaki menilai pendakian di luar musim tidak boleh diperlakukan seperti aktivitas wisata biasa. Pemerintah daerah menyoroti pendaki yang memasuki kawasan dengan perlengkapan tidak memadai dan akhirnya membutuhkan pertolongan. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan pendaki, tetapi juga personel yang harus melakukan operasi penyelamatan. Karena itu, kebijakan biaya dirancang sebagai bagian dari upaya mengubah perilaku dan meningkatkan tanggung jawab pendaki. Pemerintah juga akan memperkuat penyampaian informasi mengenai bahaya Gunung Fuji ketika musim resmi berakhir. Informasi tersebut akan disediakan dalam beberapa bahasa untuk menjangkau wisatawan asing.
Pengamanan fisik pada jalur masuk juga akan diperkuat. Yamanashi berencana meningkatkan barikade untuk mencegah orang melewati jalur yang telah ditutup. Sensor pendeteksi manusia dan lampu peringatan juga menjadi bagian dari langkah yang sedang dipertimbangkan. Papan informasi mengenai pembatasan dan potensi sanksi akan dipasang dengan penjelasan multibahasa. Pemerintah berharap pendekatan tersebut membuat calon pendaki memahami risiko sebelum memasuki kawasan. Kampanye melalui media sosial juga akan digunakan untuk memperlihatkan kondisi ekstrem Gunung Fuji pada periode penutupan.
Aturan biaya tersebut secara khusus berkaitan dengan helikopter penanggulangan bencana milik pemerintah prefektur. Operasi penyelamatan yang dilakukan helikopter kepolisian memiliki ketentuan hukum berbeda sehingga tidak dapat serta-merta dikenai biaya dengan mekanisme yang sama. Penyelamatan melalui jalur darat juga belum masuk dalam sistem pungutan yang sedang dipersiapkan. Pemerintah Yamanashi mengakui masih terdapat sejumlah aspek hukum dan teknis yang perlu diselesaikan. Karena itu, periode sebelum September 2027 akan digunakan untuk menyusun peraturan dan berkonsultasi dengan berbagai pihak. Sistem tersebut nantinya diharapkan memiliki kriteria yang jelas mengenai siapa yang harus membayar dan siapa yang dapat memperoleh pembebasan.
Kebijakan baru tersebut menjadi bagian dari langkah Jepang menekan kecelakaan akibat pendakian Gunung Fuji di luar musim resmi. Pemerintah menegaskan bahwa keberadaan mekanisme pendaftaran bukan berarti semua jalur yang ditutup otomatis boleh dilewati. Pendaki tetap harus mengikuti pembatasan dan larangan yang berlaku di lapangan. Fokus utama kebijakan adalah mencegah pendakian tanpa persiapan sekaligus mengurangi risiko bagi tim penyelamat. Dengan penerapan biaya evakuasi, kewajiban rencana pendakian, serta pengamanan jalur yang lebih ketat, Yamanashi berharap jumlah insiden dapat ditekan. Pendaki pun diharapkan mempertimbangkan kembali keputusan naik Gunung Fuji ketika musim resmi telah berakhir.







