Bandung, Jawa Barat — Seorang penjual cilok keliling bernama Dodi Supriadi (34) asal Bandung menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah berhasil lolos ke final Lomba Inovasi Teknologi Nasional 2025 berkat alat temuannya yang disebut “Kukus Pintar Otomatis Berbasis IoT”.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @bandungberinovasi, Dodi menjelaskan bagaimana alat buatannya mampu mengukus cilok secara otomatis, menjaga suhu konstan, dan memantau stok via ponsel. Unggahan tersebut langsung viral dan disukai lebih dari 1 juta kali hanya dalam 24 jam.
Teknologi dari Lapangan, Bukan dari Laboratorium
Dodi, yang hanya lulusan SMK jurusan teknik elektro, mengaku merakit alat tersebut dengan barang-barang bekas seperti sensor suhu, relay otomatis, dan modul WiFi ESP8266. Ia belajar secara otodidak melalui YouTube dan forum daring.
“Aku sering telat kukus ulang cilok karena sibuk ngantar. Jadi aku pikir kenapa gak bikin alat yang bisa bantu jagain kukusan otomatis,” ujar Dodi sambil menunjukkan alatnya yang dipasang di gerobak dorongnya.
Dukungan Netizen dan Pemerintah
Warganet ramai-ramai memuji kreativitas Dodi. “Penjual cilok aja bisa bikin alat IoT, anak kampus mana suaranya?” tulis komentar akun TikTok @teknologirakyat.
Tagar #CilokIoT dan #DodiInovator langsung trending di X (Twitter) dan TikTok.
Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas UMKM dan Dinas Riset & Inovasi menyatakan akan memberikan dukungan inkubasi dan potensi hak paten untuk produk Dodi. Ia juga akan mendapat pembinaan dari Balai Riset Teknologi Menengah.
Melaju ke Final dan Siap Bersaing
Dodi dijadwalkan akan tampil dalam babak final Lomba Inovasi Teknologi Nasional 2025 di Jakarta akhir bulan ini. Ia akan bersaing dengan para inovator dari perguruan tinggi ternama dan startup teknologi profesional.
“Biar saya cuma tukang cilok, saya pengen alat ini bisa dipakai UMKM lain. Gak semua inovasi harus datang dari kantor, kadang dari pinggir jalan juga bisa,” ucap Dodi dengan mata berbinar.