Nanning, 20 September 2026 – Beragam produk berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu daya tarik utama dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 yang berlangsung di Nanning, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, China. Pameran yang berlangsung pada 17–21 September 2026 tersebut memberikan porsi besar bagi teknologi AI dan penerapannya dalam berbagai sektor. Produk yang ditampilkan tidak hanya berupa perangkat eksperimental, tetapi juga teknologi yang telah diarahkan untuk penggunaan komersial. Mulai dari kacamata pintar penerjemah, robot, perangkat medis hingga sistem untuk industri diperkenalkan kepada pengunjung. Fokus tersebut memperlihatkan semakin besarnya peran AI dalam kerja sama ekonomi antara China dan negara-negara ASEAN.
Salah satu produk yang menarik perhatian adalah kacamata pintar berbasis AI yang mampu menerjemahkan percakapan secara langsung dalam lebih dari 40 bahasa. Seorang pengunjung asal Vietnam bahkan mencoba perangkat tersebut untuk berkomunikasi dengan peserta pameran tanpa terkendala perbedaan bahasa. Teknologi penerjemahan semacam itu dinilai memiliki potensi besar di kawasan ASEAN yang memiliki keragaman bahasa. Selain perangkat penerjemah, pengunjung juga dapat melihat berbagai produk AI yang dirancang untuk membantu aktivitas sehari-hari. Kehadiran teknologi tersebut menunjukkan AI mulai bergerak dari konsep menuju produk yang dapat langsung digunakan konsumen.
Pameran juga menampilkan robot berbasis AI, perangkat exoskeleton untuk kebutuhan medis, serta berbagai produk wearable pintar. Sejumlah gerai bahkan memperlihatkan penggunaan lengan robot untuk menyiapkan kopi dan es krim tanpa banyak keterlibatan manusia. Di luar produk konsumen, sistem berbasis AI turut diperkenalkan untuk sektor keuangan, kesehatan, transportasi, pertanian, pengelolaan produksi hingga pengolahan air. Variasi tersebut memperlihatkan luasnya kemungkinan penerapan kecerdasan buatan dalam kegiatan ekonomi. Teknologi AI tidak lagi hanya dipamerkan sebagai inovasi masa depan, tetapi mulai ditawarkan sebagai solusi terhadap kebutuhan bisnis dan masyarakat.
CAEXPO 2026 untuk pertama kalinya menghadirkan AI Marketplace yang dirancang sebagai tempat pengunjung mencoba sekaligus melakukan pemesanan produk. Area tersebut menampilkan lebih dari 500 produk dari lebih dari 70 perusahaan. Penyelenggara ingin mendorong perubahan pendekatan dari sekadar demonstrasi teknologi menuju penerapan dan transaksi komersial. Pameran juga memperkenalkan Nanning AI Compound sebagai bagian baru dari area penyelenggaraan. Pengembangan fasilitas tersebut memperkuat posisi AI sebagai salah satu tema utama CAEXPO tahun ini.
Secara keseluruhan, CAEXPO ke-23 memiliki luas pameran sekitar 170.000 meter persegi. Lebih dari 3.400 perusahaan dari China, negara-negara ASEAN, dan wilayah lainnya berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sekitar 2.200 perusahaan berasal dari China dan hampir 1.000 lainnya berasal dari negara ASEAN. Selain pameran produk, sekitar 50 kegiatan promosi perdagangan dan investasi juga diselenggarakan sepanjang acara. Pertemuan tersebut diarahkan untuk memperkuat perdagangan, integrasi ekonomi regional, serta kerja sama rantai industri dan pasokan lintas negara.
Pengembangan AI juga mulai diarahkan pada kebutuhan spesifik negara-negara ASEAN. Pusat kerja sama aplikasi AI China-ASEAN telah menginventarisasi lebih dari 1.000 skenario potensial penerapan teknologi tersebut dan mendukung lebih dari 30 proyek lintas negara. Kantor terkait pengembangan kerja sama juga telah dibentuk di Vietnam, Laos, dan Malaysia. Dalam CAEXPO tahun ini, kebutuhan negara ASEAN di bidang transportasi, logistik pintar, pengelolaan perkotaan, kawasan industri, dan AI turut ditampilkan agar dapat dipertemukan dengan penyedia solusi. Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan proyek yang dapat diterapkan setelah pameran berakhir.
Besarnya perhatian terhadap AI berlangsung ketika hubungan perdagangan China dan ASEAN terus berkembang. Nilai perdagangan kedua pihak menembus 1,05 triliun dolar AS pada 2025, sedangkan dalam tujuh bulan pertama 2026 nilainya telah mencapai sekitar 744,41 miliar dolar AS. China dan ASEAN juga tengah mendorong implementasi peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN atau CAFTA 3.0 yang mencakup ekonomi digital dan pembangunan hijau. Kehadiran ratusan produk AI dalam CAEXPO menjadi gambaran bagaimana teknologi mulai ditempatkan sebagai salah satu penggerak baru hubungan ekonomi regional. Pameran di Guangxi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi perusahaan China dan ASEAN untuk mencari peluang penerapan teknologi yang dapat dikembangkan menjadi kerja sama bisnis lintas negara.






