Jakarta, 5 Mei 2026 – Sejumlah musisi dari kawasan timur Indonesia mengungkapkan keresahan mereka terkait penurunan pendapatan dari platform digital, khususnya YouTube. Kondisi ini mendorong sebagian dari mereka mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan platform tersebut.
Para musisi menilai bahwa perubahan sistem monetisasi serta persaingan yang semakin ketat membuat pendapatan dari konten musik tidak lagi stabil. Jumlah penonton yang tinggi tidak selalu sebanding dengan penghasilan yang diperoleh.
Selain itu, algoritma platform yang terus berubah juga disebut memengaruhi jangkauan karya mereka. Banyak musisi merasa kesulitan mempertahankan visibilitas tanpa dukungan promosi yang lebih besar.
Sebagai alternatif, beberapa musisi mulai mencari sumber pendapatan lain, seperti pertunjukan langsung, distribusi musik melalui platform lain, hingga penjualan merchandise. Langkah ini dianggap lebih menjanjikan dalam menjaga keberlanjutan karier.
Meski demikian, mereka mengakui bahwa YouTube tetap memiliki peran penting dalam memperkenalkan karya ke publik luas. Oleh karena itu, keputusan untuk meninggalkan platform tersebut masih menjadi pertimbangan yang matang.
Fenomena ini menunjukkan adanya tantangan baru dalam industri musik digital. Musisi dituntut untuk lebih adaptif dalam menghadapi perubahan ekosistem agar tetap dapat bertahan dan berkembang.
Para pelaku industri berharap adanya sistem yang lebih adil dan transparan agar kreator, termasuk musisi dari daerah, dapat memperoleh penghargaan yang setimpal atas karya mereka.





