Jakarta, 30 April 2026 – Polemik antara grup musik NDX AKA dan pihak promotor mencuat ke publik setelah pembatalan sebuah jadwal manggung. Kedua pihak kini terlibat saling tuding dan bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum.
Perselisihan bermula dari batalnya penampilan NDX AKA dalam sebuah acara yang telah dijadwalkan sebelumnya. Pihak promotor menyebut pembatalan terjadi akibat ketidaksesuaian teknis dan komunikasi yang tidak berjalan optimal.
Namun, dari sisi manajemen NDX AKA, mereka membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa pembatalan bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Mereka juga menilai ada hal-hal yang tidak dipenuhi oleh pihak promotor sesuai kesepakatan awal.
Situasi ini semakin memanas setelah kedua pihak saling menyampaikan pernyataan di media sosial. Pernyataan tersebut memicu reaksi dari penggemar dan publik yang ikut menyoroti konflik tersebut.
“Jika tidak ada penyelesaian, kami siap menempuh jalur hukum,” ujar salah satu perwakilan pihak terkait.
Ancaman saling lapor ini menunjukkan bahwa konflik telah memasuki tahap serius. Kedua pihak disebut tengah mengumpulkan bukti untuk memperkuat posisi masing-masing jika kasus berlanjut ke ranah hukum.
Pengamat industri musik menilai bahwa konflik antara artis dan promotor sering terjadi, terutama jika terdapat perbedaan persepsi dalam kontrak kerja. Oleh karena itu, kejelasan perjanjian dan komunikasi yang baik menjadi kunci untuk menghindari masalah serupa.
Di sisi lain, para penggemar berharap konflik ini dapat diselesaikan secara damai tanpa harus berlanjut ke proses hukum yang panjang.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait upaya mediasi antara kedua pihak. Publik masih menunggu perkembangan lanjutan dari kasus yang menjadi perhatian di dunia hiburan ini.
Perselisihan ini menjadi pengingat pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam kerja sama industri musik, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.


