“Film ‘Legenda Sangkuriang’ Tembus 8 Juta Penonton, Bangkitkan Minat Gen Z pada Mitos Nusantara”

Jakarta, 15 Juli 2025 – Film kolosal modern “Legenda Sangkuriang”, garapan sutradara muda Putri Utami, berhasil mencetak sejarah baru di industri perfilman Indonesia. Sejak dirilis pada 1 Juli lalu, film ini telah menembus 8 juta penonton dalam dua pekan, menjadikannya film dengan penonton terbanyak kedua sepanjang 2025 sejauh ini.

Mengusung tema mitologi lokal dengan pendekatan sinematik ala Hollywood, film ini tak hanya sukses secara komersial, tetapi juga berhasil menyentuh jiwa generasi muda Indonesia yang selama ini haus akan kisah legendaris dalam format kekinian.


Sangkuriang: Dari Cerita Rakyat ke Epik Visual

Legenda Sangkuriang adalah salah satu cerita rakyat Sunda paling terkenal, yang mengisahkan cinta terlarang antara seorang pemuda dengan ibunya sendiri, Dayang Sumbi. Dalam film ini, kisah itu dibalut ulang dengan alur non-linear, efek visual canggih, dan eksplorasi psikologis karakter yang membuatnya lebih relevan dengan audiens modern.

Diperankan oleh:

  • Iqbaal Ramadhan sebagai Sangkuriang

  • Chelsea Islan sebagai Dayang Sumbi muda

  • Christine Hakim sebagai Dayang Sumbi tua

  • Reza Rahadian sebagai Prabu Galuh, ayah Dayang Sumbi

Film ini mengambil lokasi di Tangkuban Parahu, Kawah Putih, dan studio digital di Yogyakarta dengan teknologi virtual production seperti yang digunakan dalam serial “The Mandalorian”.


Kritik Positif dan Apresiasi Budaya

Kritikus film menyebut “Legenda Sangkuriang” sebagai salah satu terobosan besar dalam genre fantasy folklore Indonesia. Dalam ulasan 5 bintang dari situs Sinematik.ID, film ini disebut:

“Bukan hanya menghidupkan mitos kuno, tetapi merangkai ulang narasi kebudayaan dalam bingkai estetika visual yang memukau.”

Dialog dalam film menggunakan bahasa Sunda klasik yang didampingi terjemahan, membuat penonton tak hanya menyaksikan cerita, tetapi juga belajar bahasa dan nilai lokal.


Efek Budaya: Dari TikTok ke Kelas Sejarah

Kesuksesan film ini merembet ke ranah budaya populer dan edukasi. Di TikTok, tren #SangkuriangChallenge ramai digunakan oleh anak muda untuk membuat ulang adegan atau berdiskusi soal makna moral kisahnya. Bahkan beberapa sekolah SMA mulai memasukkan film ini dalam diskusi kelas sejarah dan sastra lokal.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan apresiasi khusus kepada tim produksi karena keberhasilannya mengenalkan ulang cerita rakyat ke generasi digital dengan cara yang tidak menggurui dan sangat estetis.


Internasionalisasi Budaya

Netflix Asia telah menyatakan minat untuk membeli hak tayang internasional. Sementara itu, Festival Film Asia di Busan telah mengundang “Legenda Sangkuriang” untuk kategori Best Asian Narrative 2025. Film ini juga sedang dalam tahap penerjemahan ke 7 bahasa untuk rilis global.

Sutradara Putri Utami mengatakan:

“Misi kami bukan hanya bikin orang nonton, tapi bikin orang bangga jadi bagian dari kisah nenek moyang sendiri. Cerita-cerita Nusantara itu luar biasa, tinggal bagaimana kita mengemasnya.”


Penutup: Legenda yang Tidak Pernah Mati

“Legenda Sangkuriang” membuktikan bahwa kisah-kisah lama bisa hidup kembali dengan jiwa baru. Film ini tidak hanya bicara soal cinta terlarang, tetapi tentang takdir, konflik batin, dan keberanian manusia menghadapi trauma masa lalu.

Dan lebih dari itu, film ini menunjukkan bahwa akar budaya bisa menjadi masa depan hiburan Indonesia.

Related Posts

Chef Juna Jadi Juri Kompetisi “Celebrity Athlete Cook-Off” di ESPN Asia

Singapura – Stasiun televisi olahraga internasional ESPN Asia menghadirkan tayangan unik dan menghibur lewat program reality show terbaru berjudul “Celebrity Athlete Cook-Off”, di mana para atlet ternama Asia berlaga bukan…

Reza Rahadian: Aktor Seribu Wajah yang Menjadi Pilar Perfilman Indonesia Modern

Dalam dunia perfilman Indonesia, sedikit aktor yang memiliki jangkauan akting, konsistensi, dan dedikasi sebesar Reza Rahadian. Lahir pada 5 Maret 1987 di Bogor, Reza telah menjelma dari seorang aktor pendatang…

You Missed

Dunia Tipu-Tipu – Yura Yunita: Kritik Kehidupan Modern

Mantan Terindah – Raisa: Lagu Perpisahan yang Indah

PSM Makassar Rebut Kemenangan Penting Atas Persita Tangerang

Persela Lamongan Tetap Tangguh Meski Hadapi Tekanan Ketat dari Persebaya Surabaya

Tiada Ternilai – Bob Tutupoly: Kisah Kasih Sejati

Bintang-Bintang – Titiek Puspa: Harapan di Langit Malam